Cari Tahu Yuk BAB Bayi ASI Eksklusif

Cari Tahu Yuk BAB Bayi ASI Eksklusif

BAB BAYI ASI EKSKLUSIF – Bayi saya dari kemarin belum BAB, kenapa ya?

Duh, bayi saya sudah 3 hari belum BAB, apakah sembelit?

Bayi saya pupnya encer, apakah diare?

Pup bayi saya kok warnanya hijau, normal tidak sih?

Bayi saya seharian ini sudah BAB empat kali, apakah ia sakit?

Dede kemarin pupnya kuning padat, sekarang encer, apakah ASI saya kurang bagus?

Pertanyaan-pertanyaan di atas hanyalah sebagian dari begitu banyak pertanyaan tentang BAB (Bunag Air Besar) pada bayi.

Pertanyaan tersebut sering dilontarkan terutama di kalangan bunda baru.  Khawatir pada BAB bayi sangatlah wajar, bahkan penting.

Pola BAB memang menjadi salah satu indikator memantau kesehatan bayi.

Karakter tubuh manusia sangatlah unik. Tidak ada yang sama persis, termasuk pada bayi. Meskipun lahir dengan cara yang sama, diberi ASI yang sama, tapi karakteristiknya bisa berbeda.

Begitu pula untuk urusan BAB, tidak ada kriteria paten yang menyebutkan bahwa bayi sehat dan normal haruslah seperti ini atau itu.

Meskipun tentu saja ada tanda-tanda umum yang bisa menjadi pegangan Bunda.

BAB memang sering menjadi masalah tersendiri pada setiap bayi. Tubuh bayi masih begitu rentan dan harus melakukan adaptasi dengan dunia barunya.

Karenanya, BAB pada bayi sering berubah-ubah. Inilah pentingnya ASI Eksklusif (ASIX) bagi bayi selama 6 bulan pertama kehidupannya.

ASI adalah makanan dan minuman terbaik untuk pencernaannya yang belum sempurna. ASI lebih mudah dicerna sehingga bayi ASIX lebih jarang BAB.

ASI tidak memiliki efek samping, seperti alergi pada susu sapi yang membuatnya jadi diare.

Bayi ASIX memiliki resiko gangguan pencernaan yang jauh lebih kecil dari bayi yang diberi susu formula.

BAB memang sering menjadi indikasi terjadinya gangguan kesehatan bayi. Tapi BAB yang berubah-ubah tidak berarti ada masalah pada tubuh bayi.

Bunda tidak perlu panik. Bersikaplah tenang dan tetap berpikir jernih saat mendapati buah hati Bunda mengalami masalah BAB.

Penting bagi Bunda untuk mengenali pola umum BAB pada bayi serta jenis-jenis feses yang keluar.

Dengan mengetahuinya, Bunda bisa lebih bijaksana menghadapi segala kemungkinan dalam mengurusi sang buah hati.

BAB Bayi ASI Eksklusif Berdasarkan Usianya

Bayi akan mengeluarkan kotoran sejak hari pertama ia lahir. Tekstur, warna, serta frekuensinya akan terus berubah seiring bertambahnya usia.

Berikut ini hal-hal yang perlu Bunda ketahui tentang BAB Bayi ASIX (asi eksklusif) mulai hari pertama hingga selesai masa ASIX.

1. BAB Usia 3 Hari Pertama

Banyak Bunda baru yang panik saat pertama kali melihat kotoran bayinya yang baru lahir. Warna kotorannya tampak gelap seperti hitam.

Pada orang dewasa, feses berwarna hitam mengindikasikan adanya penyakit tertentu pada tubuh.

Namun, tidak begitu dengan bayi. Pada bayi baru lahir, kondisi ini justru normal dan pencernaan bayi termasuk sehat.

Ketika baru dilahirkan, bayi akan membuang kotoran berwarna hijau pekat hingga hitam.

Sebenarnya ini bukanlah feses. Inilah mekonium, yaitu kotoran yang mengumpul pada usus bayi selama berada di dalam kandungan Bunda.

Ada juga yang mengatakan bahwa mekonium adalah serapan air ketuban selama berada dalam rahim. Bentuknya padatan, tidak berbau, dan agak lengket.

Mekonium umumnya akan keluar pada tiga hari pertama kehidupan bayi setelah dilahirkan.  

Pastikan Bunda menyusui bayi dengan jumah yang cukup. Dengan begitu, mekonium akan terdorong keluar hingga benar-benar habis. Selanjutnya, kotoran bayi akan berubah warna.

Jika bayi masih belum mau menyusu, bersabarlah untuk terus mencoba. Lakukan pelekatan bayi pada payudara dengan posisi yang benar agar bayi dan Bunda merasa nyaman.

2. BAB Usia 1 Bulan

Mulai hari ke-4, di mana umumnya mekonium sudah habis, bayi akan mengeluarkan feses berwarna kuning muda yang lunak dan agak cair.

Bentuknya akan tampak seperti biji-bijian kecil. Bunda tidak usah takut karena itu bukan biji –biji sungguhan.

Ada juga yang fesesnya berwarna kuning tua atau kehijauan dan disertai lendir atau ada buih.

Kondisi ini masih tergolong aman dan bayi dalam keadaan sehat.

Jika mendapatkan asupan ASI yang cukup, bayi akan lebih mudah BAB. Dalam sehari mungkin akan lebih dari 2 kali.

Begitu pula dengan frekuensi buang air kecilnya, bisa lebih dari 8 kali dalam sehari.

Perhatikanlah frekuensi BAB dan BAK pada bayi. Seiring waktu, bayi akan lebih banyak menyusu. Akibatnya, frekuensi maupun jumlah fesesnya akan bertambah.

Tidak perlu kawatir jika bayi langsung BAB setiap selesai menyusu.

Sebagian bayi mengalami hal ini selama beberapa hari. Ini tidak berarti bayi menderita sakit. Pencernaan bayi memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan pola makannya.

Di usia ini, bayi masih akan mengalami BAB yang berubah-ubah.  

Selama satu bulan pertamanya ini, Bunda perlu waspada jika menemui beberapa kondisi berikut:

  • Pada hari ke-4 atau ke-5 bayi masih mengeluarkan mekonium.
  • Feses bayi berwarna gelap seperti cokelat.
  • Bayi tidak BAB selama lebih dari 24 jam.
  • Jumlah feses sangat sedikit padahal bayi banyak menyusu.

Salah satu penyakit pada bayi yang berkaitan BAB adalah diare. Penyakit ini tidak berbahaya jika Bunda bisa menanganinya dengan benar.

Sayangnya, diare sering disepelekan sehingga menjadi penyakit mematikan bagi bayi.

Pemahaman yang keliru dan penanganan yang tidak tepat, menjadi penyebab terjadinya kematian pada bayi akibat diare. Diare bisa menyebabkan dehidrasi hebat.

Diare merupakan penyakit dengan gejala meningkatnya frekuensi BAB secara tiba-tiba.

Feses keluar berbentuk cair dalam jumlah yang cukup banyak. Yang harus Bunda lakukan adalah mencagah agar bayi tidak dehidrasi.  

Dehidrasi adalah kondisi tubuh yang kekurangan cairan dalam jumlah banyak.

Berikut ini adalah gejala dehidrasi pada bayi:

  • Bayi menangis tapi tidak mengeluarkan air mata.
  • Kedua mata tampak kering dan kelopaknya cekung.
  • Bibir dan kulit bayi tampak kering.
  • Bayi tidak mau menyusu.
  • Bayi tampak lemas dan tidak bereaksi saat disentuh.
  • Kesadaran bayi menurun.
  • Ubun-ubun kepalanya tampak cekung.

Untuk mencegah dehidrasi, pastikan bayi tetap menerima asupan ASI.

Tingkatkan jumlahnya agar cairan yang telah terbuang segera tergantikan. Jangan memberi susu formula maupun air putih pada bayi yang belum genap berusia 6 bulan.

Pertahankan ASI eksklusif agar bayi benar-benar terjaga keamanan pencernaannya.

Jika Bunda menemukan tanda-tanda dehidrasi, segera bawa bayi ke rumah sakit atau fasilitas medis lainnya yang terdekat untuk mendapat penanganan.

Kasus diare yang lebih serius, bisa disertai dengan:

  • Keluarnya darah pada feses yang cair.
  • Suhu badan bayi tinggi mencapai lebih dari 38,5oC.
  • Muntah-muntah.
  • Napas cepat dan pendek.
  • Bayi merasa kesakitan.
  • Diare tidak berhenti dan berlangsung lebih dari 1 minggu.

3. BAB Usia 2 – 6 Bulan

Seiring bertambahnya usia, organ pencernaan bayi berkembang menjadi lebih baik. Pencernaan yang telah sempurna bisa menyerap ASI lebih optimal.

Pada usianya yang sudah 2 bulan ini, bayi mengalami perubahan frekuensi BAB. Perubahan ini tentunya  sangat bervariasi pada setiap bayi.

Jika sebelumnya bayi BAB satu kali dalam sehari, bisa menjadi satu kali dalam tiga hari. Jadi bunda jangan dulu takut jika si kecil belum BAB selama 1 – 3 hari.

Pastikan saja tidak ada gejala lain yang menandakan ia sakit, misalnya bayi lebih sering menangis, perutnya kembung, BAKnya sedikit dan jarang, suhu tubuhnya hangat, lemas, serta tidak mau menyusu.

ASI lebih mudah dicerna oleh bayi, sehingga bayi ASIX lebih jarang mengalami sembelit atau susah BAB.

ASI mengandung zat laksatif yang bisa mengencerkan feses. Sangat jarang ditemui bayi ASIX yang fesesnya keras.

4. BAB Usia Lebih dari 6 Bulan

Setelah lulus masa ASIX selama 6 bulan, bayi mulai mendapatkan Makanan PASI (MPASI). Ini tentunya mempengaruhi pola BAB bayi.

Frekuensinya akan berubah, bisa lebih sering ataupun lebih jarang. Warna, bentuk dan jumlah feses turut berubah tergantung dari jenis MPASI yang Bunda berikan.

Di mulai dari masa inilah bayi lebih mudah terkena sembelit.

Berikanlah MPASI secara bertahap, mulai dari makanan yang encer. Jika bayi langsung diberi makanan padat, kemungkinan ususnya lebih sulit mencerna.

Akibatnya, bayi mengalami sulit BAB. Feses yang keras bisa membuat bayi kesakitan saat BAB. Anusnya bisa saja terluka hingga berdarah.

Sembelit terjadi karena tidak seimbangnya nutrisi. Untuk menghindarinya, pastikan Bunda memberi MPASI yang mengandung cukup serat.

Misalnya buah pepaya, apel, wortel, labu, dan sebagainya. Jika bayi mendapat cukup serat, feses akan keluar dengan mudah tanpa harus mengejan.

Warnanya kuning atau mengikuti warna makanannya. Baunya tercium lebih kuat. Teksturnya lembek dan jumlahnya tergantung dari banyaknya makanan yang dicernanya.

Feses Bayi ASI Eksklusif Berdasarkan Warnanya

Feses merupakan sisa-sisa makanan yang tidak tercerna di dalam tubuh. Warna, jumlah, bentuk, dan teskturnya sangat tergantung pada jenis makanan yang dicernanya.

Pada bayi ASIX, tentu saja yang dimakan hanyalah ASI. Namun, feses bayi ASIX bisa berubah-ubah dan berbeda-beda pada setiap bayi.

Berikut ini warna-warna feses bayi ASIX yang sering dijumpai:

1. Kuning

Bayi ASIX normalnya akan mengeluarkan feses warna kuning. Ada yang menyebutnya golden feces.

Bayi dengan feses warna kuning menandakan kesehatannya sedang baik. Warna kuning ini jarang ditemui pada bayi yang diberi susu formula.

Umumnya, bayi dengan campuran ASI dan susu formula fesesnya berwarna lebih gelap, seperti kuning tua atau kuning kecokelatan.

2. Hijau

Feses berwarna hijau pada bayi ASIX masih bisa dikatakan normal. Namun Bunda harus tetap waspada.

Jika hijaunya cenderung kekuningan dan berlangsung hanya dalam beberapa hari, bayi masih dalam kondisi sehat.

Jika hijaunya gelap dan berlangsung lebih dari seminggu, sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter.

3. Merah

Warna merah pada feses bayi ASIX kemungkinan besar adalah darah. Ini bisa jadi gejala adanya infeksi atau luka dalam pencernaannya.

Jika iya, bayi akan menangis saat BAB. Umumnya ada gejala lain yang menyertai, seperti lebih sering menangis dan tidak berhenti dengan disusui, muntah, dan perut kembung.

Sebaiknya Bunda segera membawa si kecil menemui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

4. Putih atau Abu-abu

Meski sangat jarang dijumpai, feses berwana putih atau keabu-abuan pernah terjadi.

Teksturnya bisa padat ataupun encer. Ini adalah indikasi bayi mengalami gangguan pencernaan yang cukup serius. Segera bawa bayi menemui dokter agar mendapat tindakan yang tepat.

Tanda-tanda Bayi Sulit BAB

Seperti telah disebut di atas, bahwa bayi ASIX cenderung lebih jarang BAB. Itu karena ASI mudah dicerna usus bayi, sehingga jarang meninggalkan sisa berupa feses.

Bayi ASIX yang jarang BAB, misalnya seminggu sekali, tidak berarti ia sulit BAB. Coba perhatikan saat ia BAB, apakah ia harus mengejan dan fesesnya keras? Jika tidak, bayi Bunda masih sehat.

Saat Bunda mendapati si kecil belum BAB selama lebih dari seminggu, coba lihat kondisnya secara umum.

Jika usianya sudah satu bulan lebih, masih menyusu normal, responnya baik, BAK normal, berarti bayi sehat. Jangan memberikan apapun untuk memancingnya BAB.

Banyak orangtua yang merasa khawatir bayinya sembelit lantas memberi bayinya obat pencahar, jus buah, mengolesi anusnya dengan minyak tertentu, atau menyabuni anusnya.

Tindakan seperti itu tidak diperlukan. Memberinya rangsangan untuk BAB bisa membuat ketergantungan. Nantinya, bayi harus dirangsang dulu agar bisa BAB.

Pemberian sabun pada anus bisa mengakibatkan iritasi. Obat pencahar yang beredar di pasaran tergolong keras untuk bayi.

Dan memberinya jus buah sama saja dengan menggagalkan program ASIX yang sedang dijalani. Jus buah tidak diperbolehkan jika bayi belum genap berusia 6 bulan.

Penggunaan obat pencahar, meskipun yang diperuntukan bagi bayi, harus dengan petunjuk dokter.

Sembarangan memberi obat akan berakibat pada fungsi organ vitalnya, seperti lambung, ginjal, hati, dan jantung.

Jangan terburu-buru mengambil keputusan memberi obat. Jika Bunda merasa perlu memberi obat, konsultasikan lebih dulu dengan dokter, ya.  

Frekuensi BAB sebenarnya tidak jadi masalah selama feses yang keluar masih normal. Warnanya dominan kuning, lembek seperti bubur, dan berbau wajar.

Bunda perlu terus memantau pola BAB si kecil. Tindakan mungkin perlu dilakukan jika memang bayi Bunda mengalami kesulitan BAB.

Perhatikanlah ekspresi wajah dan bahasa tubuh bayi saat tampak ingin BAB. Berikut ini ciri-cirinya:

  • Perut bayi membesar dan keras saat ditekan.
  • Bayi mengejan agak keras.
  • Bayi mengejan cukup lama.
  • Feses yang keluar keras dan kering.
  • Anus bayi tampak merah saat BAB.
  • Bayi tegang atau menangis saat BAB.

Sebelum mengambil keputusan untuk berobat ke dokter, Bunda bisa mencoba salah satu upaya sederhana dan alami berikut ini:

  • Mandikan bayi dalam air hangat sambil dipijat lembut dan konsentrasikan di bagian perut.
  • Pijat lembut perut bayi dengan menggunakan minyak telon atau minyak zaitun.

Tanda-tanda Bayi ASI Eksklusif Diare

Feses yang encer bukan merupakan indikasi diare pada bayi ASIX. Tetapi, kemunginan bayi ASIX terkena diare tetap ada.

Tanda-tandanya antara lain:

  • Feses sangat encer dan bahkan hanya berupa air.
  • Feses mengandung darah, berbusa, dan atau berlendir.
  • Frekuensinya sangat banyak, bisa lebih dari 10 kali dalam sehari.
  • Berlangsung selama beberapa hari.
  • Bayi tampak lemas karena kekurangan cairan.
  • Bayi menolak menyusu.
  • Suhu tubuh meningkat dan tak kunjung turun selama lebih dari 2 hari.

Jika Bunda mendapati gejala tersebut, tingkatkan asupan ASI agar bayi tetap terhidrasi. Segera temui dokter sebelum muncul gejala lanjutan yang mungkin lebih parah.

Jagalah kesehatan dan kebersihan diri Bunda, karena selama masa ASIX bayi benar-benar bergantung pada kualitas dan kuantitas ASI Bunda.

Nah jadi sudah paham kan bunda bagaimana tentang buang air besar dari bayi? Semoga bacaan ini bisa berguna ya.