Bunda, Inilah Cara Memerah ASI yang Benar

Bunda, Inilah Cara Memerah ASI yang Benar

CARA MEMERAH ASI – Air susu ibu bagaikan cairan emas yang baik untuk kesehatan maupun kecerdasan bayi.

Bayi yang diberi ASI terbukti memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik dan lebih sehat. Karena ASI mengandung zat gizi antara lain karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan juga mineral.

Wow, sangat lengkap, bukan?

ASI eksklusif yang diberikan selama 6 bulan adalah hak bagi semua bayi. Eksklusif ini maksudnya, bayi hanya diberi air susu ibunya.

Tidak disertai dengan air putih, air sirup, teh, bahkan kopi hitam!  

Lupakan mitos tentang bayi yang gampang terkena step kalau tidak diberi kopi hitam, karena bayi mungil itu belum kuat jantungnya untuk mengkonsumsi kopi.

Jika bayi diberi kopi, ia akan betah melek dan malah membuat ibunya kelelahan menjaganya.

ASI eksklusif juga berarti bayi mendapatkan nutrisi dari air susu ibunya saja, bukan dari bubur nasi atau puree buah.

Makanan pendamping ASI yang diberikan sebelum waktunya akan sangat berbahaya bagi pencernaan. Bayi bisa konstipasi, kembung dan rewel.

Bahkan ususnya bisa rusak dan menyebabkan kematian. Ingat, berikan ASI saja selama 6 bulan ya ibu ibu!

Namun bagaimana jika ibu jadi wanita karir dan harus bekerja? Ia hanya punya waktu 2 sampai 3 bulan untuk mengurus bayi selama hampir 24 jam saat cuti melahirkan.

Apakah bunda harus memberinya susu formula?

Tenang saja, sekarang air susu ibu bisa diperah dan disimpan di dalam kulkas khusus. Sehingga bayi bisa minum ASI perah, walau sang bunda bekerja di kantor.

ASI perah bisa diberikan oleh baby sitter atau nenek dari sang bayi, menggunakan botol atau sendok.

Namun memerah ASI tidak semudah menyusui bayi secara langsung. Air susu ibu lebih cepat keluar karena hisapan bayi daripada saat dipompa.

Jadi, rileks saja ya Bunda. Jika pikiran semakin tegang, ASI akan semakin susah keluar.

Memerah ASI bisa dilakukan dengan 2 cara, manual atau memakai pompa. Bunda mau pilih yang mana? Semua ada plus minusnya.

Memerah air susu ibu dengan tangan membuat bunda lebih hemat karena tak harus membeli pompa perah.

Namun memompa ASI dengan tangan membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama dan juga harus sangat telaten. Karena memerahnya juga harus pakai teknik khusus dan dilakukan pelan pelan.

Cara Memerah ASI Dengan Pompa Yang Benar

Jika bunda memerah dengan pompa, harus menyediakan budget antara 90.000 sampai 500.000 rupiah. Tergantung dari model dan merknya. Pompa ASI ada dua jenis, yaitu manual dan elektrik.

Berikut ini cara memerah asi menggunakan pompa elektrik:

  1. Ibu tinggal duduk dan meletakkan penyedot ASI hingga menutupi puting dan areola. Lalu nyalakan pompa elektrik, tunggu hingga ASI keluar. Lalu hasilnya dituang ke botol ASI perah yang sudah disterilkan.
  2. Tutup rapat, lalu simpan di dalam kulkas khusus ASI perah.

Jika tak ada kulkas khusus untuk ASI perah, masukkan di dalam kulkas atau freezer.

Jangan campur botol berisi ASI perah dengan benda lain, misalnya es batu atau daging beku. Hal ini dilakukan untuk mencegah air susu ibu yang sudah diperah bercampur dengan kuman.

ASI perah yang disimpan di dalam lemari es akan bertahan selama 3 sampai 5 hari. Jika bunda punya kulkas satu pintu dan meletakkan ASI perah di dalam freezer, ASI perah bisa bertahan selama 2 minggu.

ASI perah bisa bertahan lebih lama (hingga dua bulan) jika disimpan dalam freezer dalam lemari es dua pintu.

Bunda hanya punya pompa ASI manual? Tidak apa apa. Cara memakainya hampir sama.

Berikut ini cara memerah asi menggunakan pompa asi manual:

  1. Letakkan penyedot ASI dengan benar. Karena jika posisinya kurang akan menyebabkan puting lecet dan terasa sakit saat dipompa.
  2. Lalu pencet pompa dengan tangan sampai keluar air susu. Dalam sekali perah, bisa didapatkan antara 100 sampai 250 mili meter air susu. Durasi memerah bisa terjadi antara 15 sampai 45 menit, tergantung dari pompa yang bunda pakai.

Jika ASI tak kunjung keluar

Bagaimana jika air susu ibu tak kunjung keluar padahal sudah disedot dengan pompa?

Jangan stress dulu ya bunda. Relaksasi bisa mempermudah keluarnya ASI, selain kewajiban bunda untuk makan dan minum yang bergizi.

Ini cara relaksasi yang simpel:

  1. Coba putar musik klasik atau lagu lagu kesukaan bunda sambil memompa asi. Makan sebatang cokelat yang manis sebelum proses memompa juga bisa jadi booster ASI. Bunda tinggal duduk, mendengarkan musik, lalu memerah ASI.
  2. Jika bunda memompa ASI di kantor, bayangkan wajah bayi atau lihat fotonya. Matanya yang memancarkan kebahagiaan, mengharapkan nutrisi ASI dari sang bunda tercinta. Setetes demi setetes air susu itu keluar, lalu memenuhi botol dan siap untuk disimpan.

Cara membersihkan pompa ASI

Karena bunda memakai alat bantu pompa dalam memerah ASI, maka pompa harus dibersihkan hingga steril. Ini caranya ya:

  1. Jika memakai pompa elektrik, lepaskan bagian kabel elektrik. Lalu pompa dicuci dengan sabun cair khusus untuk membersihkan susu bayi. Bilas pompa dengan air panas, lalu lap dengan serbet kering.
  2. Cara membersihkan pompa manual hampir sama dengan pompa elektrik. Malah lebih mudah, karena tak usah melepaskan kabelnya.
  3. Sebelum mencuci pompa, pastikan tangan bunda bersih dan juga steril. Cuci tangan dan sela sela jari dengan sabun antiseptik, lalu bilas dengan air hangat. Keringkan dengan handuk yang lembut.

Sewa pompa / Pompa bekas, amankah?

Lalu bagaimana jika bunda tidak punya pompa khusus untuk memerah air susu ibu? Apakah bisa menyewa pompa atau membeli pompa bekas?

Sewa pompa atau beli yang bekas memang terjangkau harganya. Tapi hati hati. Dokter tidak menyarankan untuk menggunakan pompa ASI sewaan atau pompa second.

Ini karena kita tidak tahu histori pemakai pompa sebelumnya. Walau yang menjual atau menyewakan sudah bilang kalau pompa ASI sudah disterilkan.

Jadi dari pada nanti bayi kena penyakit menular akibat kuman yang ada di pompa sewa atau pompa bekas, lebih baik jangan sewa atau beli second ya bunda.

Apakah ada pompa yang bisa dipakai ramai ramai?

Pompa ASI yang boleh dipakai lebih dari satu orang ada kok, yang hospital grade. Bentuknya besar, dan memang biasanya dipakai di rumah sakit.

Mengapa pompa ini boleh dipakai ramai ramai?

Karena pompa model ini beda dengan pompa personal. Ada bagian yang hanya dipakai satu kali saja. Jadi aman jika dipakai memerah ASI bunda.

Cara Memerah ASI Dengan Tangan Agar Hasilnya Banyak

Jadi dari pada bingung bagaimana mencari pompa ASI yang harganya murah, lebih baik memerah ASI dengan cara manual (pakai tangan). Ini caranya:

cara memerah asi dengan tangan agar hasilnya banyak
cara memerah asi dengan tangan agar hasilnya banyak (source: id.wikihow.com)

Persiapan:

  1. Payudara dibersihkan dulu dengan waslap yang dicelup air hangat, atau bunda bisa mandi dulu dengan air hangat. Hal ini dilakukan untuk melancarkan keluarnya ASI.
  2. Potong kuku bunda dan cuci tangan dan sela sela jari dengan air hangat dan sabun khusus. Sterilkan juga botol susu atau wadah untuk menampung ASI yang keluar.

Mulai memerah (lihat gambar):

  1. Sangga payudara dengan tangan kiri, lalu pijat dengan tangan kanan. Pelan pelan saja, pijat dari arah atas menuju areola. Lalu pijat juga dari bagian lain payudara, termasuk bagian bawah
  2. Letakkan jemari pada kelenjar susu di payudara. Bunda harus memposisikan tangan untuk membentuk huruf “C” di bawah puting susu atau bisa juga di atas puting susu.
  3. Tekan perlahan di areola (bagian yang berwarna cokelat kehitaman) dengan telunjuk dan juga jempol. Pencet kedua jari bersama sama, lalu tekan ke ujung puting.
  4. Tekan ke arah dalam ke arah dinding dada. Tekan dengan lembut dan tegas, tidak boleh terasa seperti meremas PD. Ingat ya menekan mundur.
  5. Keluarkan ASI dengan gerakan seperti menggulung. Gerakan menggulung ini menjauh dari tubuh dengan jemari dan ibu jari.
  6. Ingat, bunda harus menekan, memeras, dan santai jangan tegang.
  7. Air susu ibu akan mengucur pelan pelan. Lakukan pemerahan dengan perlahan, agar ASI tidak muncrat ke mana-mana.
  8. Tampung ASI yang keluar. Air susu ibu yang sudah diperah bisa disimpan di dalam plastik khusus untuk menyimpan ASI perah, atau di dalam botol asip.

Bagaimana jika bunda tidak punya botol khusus ASI perah?

Gunakan saja botol kaca atau botol selai bekas, lalu cuci bersih dengan sabun pencuci piring. Bilas dengan air hangat, lalu keringkan dengan lap bersih.

Botol khusus air susu ibu perah maupun botol kaca harus disterilkan terlebih dahulu sebelum dipakai.

Masukkan ke dalam panci dan rebus sebentar. Setelah dikeringkan, baru bisa digunakan untuk menampung asip.

Mengapa harus super bersih dan steril ya?

Karena air susu ibu yang sudah diperah sangat rentan untuk terkena kuman dan bakteri, walau sudah disimpan di dalam freezer.

Tentu ibu tak mau bayinya sakit perut setelah minum ASI perah, bukan?

Cara Menyimpan ASI Perah

Lalu bagaimana cara menyimpan ASI jika bunda memerasnya di kantor?

Ini caranya:

  1. Jika di sana ada lemari es, titipkan saja botol asip di sana. Jangan lupa untuk menempelkan stiker bertuliskan ASI perah, agar tidak ada yang mengiranya susu biasa lalu berniat meminumnya.
  2. Kalau di kantor atau tempat kerja bunda tidak ada kulkas bagaimana? Tenang saja bunda, ada cooler bag yang jadi penyelamat. Sudah banyak cooler bag khusus untuk menyimpan ASI perah yang dijual di toko online. Bunda bisa memilih wana tas yang sesuai dengan selera bunda.
  3. Saat membeli cooler bag, jangan lupa juga untuk membeli ice gel ya. Gel yang harus dimasukkan freezer dulu itu bisa mendinginkan ASI perah saat disimpan di dalam cooler bag. Dalam satu cooler bag, bisa diberi dua ice gel untuk berjaga jaga.
  4. Bahkan jika tidak ada cooler box, bunda bisa menyimpan ASI perah di dalam kotak stryfoam biasa. Lalu bagaimana jika tidak ada toko yang menjual ice gel di tempat bunda? Beri saja es batu di dalam stryfoam. Tidak ada lagi alasan untuk tidak memberi ASI pada bayi, bukan?

Saat bunda pulang, oleh oleh ASI perah akan jadi harta karun bagi bayi. Jangan khawatir dengan kualitas air susu ibu. Karena ASI perah bisa bertahan di suhu ruang selama 3 sampai 4 jam.

Bagaimana cara manajemen ASI perah?

Tak hanya ibu menyusui yang harus tau caranya, tapi sekeluarga termasuk pembantu dan baby sitter juga harus diberi edukasi lho bunda.

Karena mereka ada di rumah saat bunda bekerja. Jika mereka asal dalam menyimpan atau mengambil botol, bisa gawat nanti.

Ini cara mengatur sirkulasi ASI perah:

  1. Botol ASI perah harus diberi tanggal memerahnya. Karena saat diberikan ke bayi, ambil botol dengan tanggal yang paling lama. ASI perah yang baru untuk stok besok atau lusa.
  2. Sebaiknya  berikan ASI perah yang dimasukkan dalam freezer maksimal 8 hari setelah masa penyimpanan. Karena air susu ibu yang terlalu lama disimpan bisa diragukan kesterilannya, walaupun bunda sangat menjaga kebersihan dan terus memantau suhu lemari es.
  3. Saat memberikan ASI perah, tak bisa langsung disusukan karena air susu dalam kondisi dingin atau beku. Cara menghangatkannya bukan dengan direbus, karena bisa merusak nutrisinya.

Naikkan suhu ASI perah pelan pelan. Jika ASI perah disimpan di freezer, pindahkan ke lemari es bagian bawah. Saat asip sudah tidak membeku, baru keluarkan.

Hangatkan botol di dalam panci berisi air hangat. Saat ASI perah sudah menghangat, baru berikan ke bayi.

Bunda yang bekerja perlu disemangati agar terus memproduksi ASI perah. Walau ASI yang keluar masih sedikit, yakinlah dengan power pumping semua target produksi ASI perah akan terpenuhi.

Cara paling mudah adalah ketika bayi menyusu di payudara kiri, letakkan pompa ASI di payudara kanan.

Biasanya saat menyusui bayi secara langsung, ASI di payudara sebelah akan merembes membasahi baju bunda.

Daripada terbuang percuma, lebih baik air susu itu ditampung di botol asip, lalu dimasukkan ke kulkas.

Saat akhir minggu jangan lupa untuk menyetok ASI perah ya bunda. Walau bunda sedang bermain dengan bayi di rumah. ASI ini akan jadi investasi yang sangat berguna bagi kecerdasan dan kesehatan ananda.

Bagaimana bisa menyetok ASI perah jika produksi ASI makin seret?

Jangan khawatir, ibu harus makan makanan bergizi seperti ini untuk memperlancar produksi ASI:

  1. Semangkuk sayur daun katuk atau sayur asam berisi kacang panjang menjadi sumber gizi yang baik untuk bunda yang sedang menyusui. Karena mengandung zat besi untuk menghindarkan bunda dari anemia. Bunda bisa terkena anemia karena kelelahan setelah begadang untuk menyusui bayi saat malam hari.
  2. Selain sayuran, bunda juga bisa makan buah buahan segar untuk booster ASI. Apa bunda ingin lekas langsing setelah melahirkan? Diet ketat memang bisa membuat tubuh bunda kembali langsing, tapi dikhawatirkan akan menyetop produksi ASI. Oh tidak!

Daripada diet atau minum jamu pelangsing yang dapat beresiko menghentikan keluarnya ASI, lebih baik makan apel atau jeruk sebagai camilan.

Buah buahan dapat menangsel perut dan juga menambah nutrisi pada air susu ibu. Lebih sehat makan buah daripada jajanan asin dan berminyak kan bunda?

Bagaimana jika ibu sangat sibuk bekerja dan tak sempat masak sayuran sendiri?

Ia bisa mengkonsumsi suplemen tambahan berbentuk teh herbal sebagai booster ASI. Bunda bisa membelinya disini.

Memerah ASI memang terlihat merepotkan.

Karena harus menginvestasikan uang untuk membeli pompa ASI, botol ASI perah, cooler bag, ice gel¸ bahkan ada yang bela belain membeli lemari es khusus untuk menyimpan air susu ibu perah.

Namun semua perjuangan dari bunda yang memerah ASI langsung terbayar lunas  saat melihat bayi tumbuh membesar, jadi anak sehat, lincah, dan cerdas.

Saat memerah ASI di kantor, ingatlah akan mulut mungilnya yang merindukan air susumu, bunda.

Tetaplah bersemangat bunda untuk memerah ASI dan menyimpannya dalam lemari es.

Sabarlah karena masa memerah ASI, menyimpannya, manajemen asip, mensterilkan peralatan, dan lain lain, hanya akan berlangsung selama dua tahun.

Happy breastfeeding.