Apa Saja sih Komposisi ASI, Kandungan Gizi dan Manfaat dalam ASI Eksklusif?

Apa Saja sih Komposisi ASI, Kandungan Gizi dan Manfaat dalam ASI Eksklusif?

KOMPOSISI ASI – Keunggulan Air Susu Ibu (ASI) sebagai nutrisi untuk bayi tidak diragukan lagi. Sayangnya banyak ibu belum paham akan manfaat ASI, sehingga sufor menjadi seolah pilihan ‘terbaik’ menurut mereka.

Tapi banyak juga para ibu yang sudah memahami pentingnya ASI tapi karena keadaan sehingga mereka tak bisa memberikan ASI untuk buah hati tercinta.

Tulisan ini untuk memberi kita para ibu motivasi tambahan supaya lebih semangat dan pantang menyerah untuk bisa memberikan ASI, ‘pokok e ngeyel’ harus ASI.

Air Susu Ibu atau ASI merupakan makanan pokok bayi yang wajib diberikan sejak bayi lahir. ASI menjadi sangat penting untuk dikonsumsi oleh bayi dibandingkan hanya meminum susu formula bayi saja.

Di dalam ASI terdapat berbagai macam kandungan yang sangat bermanfaat untuk kesehatan dan juga pertumbuhan bayi.

Pemberian ASI eksklusif harus dilakukan secara rutin oleh ibu. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa bayi akan memiliki tingkat intelegansi yang tinggi apabila selalu diberikan ASI oleh Ibunya.

Terkadang, banyak para ibu yang sibuk dengan pekerjaannya.

Rutinitas pekerjaan di dalam rumah maupun di kantor membuat sang ibu sering tidak sempat memberikan nutrisi penting untuk sang buah hati.

Sehingga terkadang sang ibu jadi merasa ragu untuk memberikan ASI kepada anak-anak mereka dan memilih memberikan susu formula agar bayi cepat mendapatkan nutrisi.

Padahal ASI adalah sumber makanan utama bayi terutama untuk bayi yang baru lahir.

Komposisi ASI (Air Susu Ibu) Eksklusif

Komposisi ASI nyaris tak tertandingi. ASI mengandung nutrisi yang secara khusus diperlukan untuk menunjang proses tumbuh kembang otak dan memperkuat daya tahan alami bayi.

komposisi asi
ilustrasi komposisi asi dalam setiap tetes nya (source: mamabear.co.id)

Menurut Lawrence, R. (1994) dari Breastfeeding : A guide for medical profession menjelaskan  Komposisi ASI (Air Susu Ibu) terdiri dari:

  • Air 88,1%
  • Laktosa 7,0%
  • Lemak 3,8%
  • Protein 0,9%
  • Lainnya 0,3%

7 Kandungan Gizi dan Manfaat ASI Eksklusif

ASI memiliki beberapa kandungan yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan bayi.  Beberapa kandungan eksklusif pada ASI alah sebagai berikut: 

1. Karbohidrat 

Karbohidrat merupakan sumber energi penting untuk bayi dan dapat memberikan rasa kenyang. Sumber karbohidrat adalah laktosa.

Laktosa adalah jenis karbohidrat utama dalam ASI yang berperan sebagai sumber energi.

Karbohidrat juga berfungsi untuk mendukung pertumbuhan bayi. Bayi yang hanya diberikan asupan ASI sudah mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mengenyangkan perutnya.

Jadi, sebagai ibu, anda tidak perlu khawatir jika hanya memberikan ASI saja untuk bayi anda.

Laktosa juga akan diolah menjadi glukosa dan galaktosa yang berperan dalam perkembangan sistem saraf. Nutrisi ini membantu penyerapan kalsium dan magnesium di masa pertumbuhan bayi.

2. Lemak

Kandungan kemak pada ASI dilengkapi dengan enzim lipase yang berfungsi untuk membuat lemak menjadi pecahan kecil (pecahan tersebut nantinya berbentuk seperti gelembung).

Sehingga akan lebih mudah untuk dicerna dan diserap oleh tubuh bayi.

Berbeda dengan susu sapi yang lebih sulit dicerna sehingga membutuhkan proses yang cukup lama untuk bisa diserap oleh tubuh.

Umumnya, pada saat awal menyusui, kandungan lemak pda ASI masih sangat rendah, namun pada akhir menyusui, kendungan lemak bisa menjadi sangat tinggi.

Pada bayi yang terlahir premature, kandungan lemak ini sangat dibutuhkan sebagai sumber energi.

Dikarenakan sistem pencernaan pada bayi premature ini masih sangat lemah. ASI akan membantu mempermudah proses pencernaan pada tubuh bayi.

Bayi yang sering diberikan asupan ASI akan memperoleh kalori lebih banyak karena biasanya bayi begitu bersemangat ketika disusui.


Lemak juga menjadi sumber energi utama si Kecil. Lemak juga berperan dalam pengaturan suhu tubuh si Kecil.

Lemak di ASI mengandung komponen asam lemak esensial yaitu: asam linoleat dan asam alda linolenat yang akan diolah oleh tubuh si Kecil menjadi AA dan DHA. AA dan DHA sangat penting untuk perkembangan otak bayi.

3. Protein

Komponen dasar dari protein adalah asam amino. Di dalam ASI, terdapat jenis asam amino yang dapat membentuk menjadi protein, yaitu Taurin.

Jadi, walaupun protein dalam ASI tergolong rendah, asam amino Taurin dapat berperan maksimal dalam mendukung perkembangan otak bayi.

Salah satu fungsi Taurin adalah sebagai pembentuk struktur otak untuk mendukung kecerdasan otak dan kesehatan mata.

Agar lebih meyakinkan lagi, anda bisa melakukan sebuah eksperimen.

Cobalah anda memasukkan ASI perah anda ke dalam kulkas, kemudian anda akan melihat cairan ASI terbagi menjadi dua bagian yaitu cairan encer dan bagian yang terlihat menggumpal.

Pada gumpalan putih tersebut ialah yang memiliki kandungan protein kasein. Sedangkan pada cairannya adalah berupa air dadih.

Tidak hanya taurin saja, ada beberapa jenis asam amino yang lain yaitu taurin, triptofan, dan fenilalanin merupakan senyawa yang berperan dalam mengoptimalkan daya ingat.

4. Air

Ada sekitar 88,1 % kandungan air pada ASI. Sehingga pada periode pemberian ASI eksklusif bayi selama kurang lebih 6 bulan, bayi tidak perlu diberikan minuman lain atau makanan lain.

Kecuali pada kondisi tertentu seperti bayi yang sakit harus minum obat. Karena ASI sudah mencukupi semua kebutuhan nutrisi bayi.

5. Vitamin

ASI mengandung banyak sekali jenis vitamin yang tentunya sangat bermanfaat untuk tubuh bayi.

Yaitu vitamin A yang sangat bermanfaat untuk kesehatan mata bayi, memberikan imunitas, dan juga mendukung pembelahan sel.

Lalu ada vitamin B yang berguna untuk mendukung perkembangan sistem syaraf pada otak bayi.

Kemudian ada juga vitamin C untuk melakukan penyerapan pada zat besi dan juga sebagai imunitas tubuh agar rentan terhadap berbagai penyakit.

Setelah itu ada vitamin D yang juga mendukung pertumbuhan bayi.

Pada ASI, vitamin D masih tergolong sedikit, namun anda bisa mendapatkan lebih banyak vitamin D apabila menjemur bayi di bawah sinar matahari pada pagi hari.

Setelah vitamin D, ada lagi vitamin E yang berguna untuk membuat pertahanan pada dinding sel darah merah yang dimana hal ini dapat membantu mencegah bayi mengalami anemia hemolitik.

Kemudian terakhir ada juga vitamin K yang berfungsi mencegah terjadinya pendarahan pada bayi karena vitamin K memiliki peran penting dalam faktor pembekuan.

Untuk menghasilkan ASI dengan kualitas yang baik, seorang ibu harus selalu memakan makanan bergizi agar ASI yang dihasilkan memiliki kandungan gizi yang seimbang.

6. Mineral

Pada ASI, kandungan mineral yang didapatkan memiliki kualitas yang baik dan mudah sekali untuk diserap oleh tubuh bayi.

Berbeda dengan kandungan mineral yang terdapat pada susu formula yang agak sulit dicerna oleh bayi.

Mineral yang terdapat pada ASI berupa kalsium, fosfor, dan juga zat besi.

Untuk kalsium, sangat bermanfaat sekali untuk mendukung pertumbuhan tulang dan juga gigi.

Sedangkan fosfor berfungsi untuh memperkuat tulang, melancarkan pembuangan air, serta menjaga otak bayi untuk tetap sehat.

Kemudian ada zat besi yang dapat membuat bayi terhindar dari resiko terjadinya anemia dan menjaga kekebalan tubuh bayi agar rentan terhadap penyakit yang menyerang.

7. Kolostrum

Ketika sudah melahirkan bayi satu sampai lima hari yang lalu, kandungan kolostrum akan mulai terbentuk dalam ASI dan sudah bisa diberikan untuk bayi.

Kolostrum akan berwarna kekuningan dan memiliki kandungan immunoglobin A yang tinggi. Maka dari itu sejak lahir, menyusui bayi dengan ASI menjadi hal yang sangat penting.

Melihat komposisi asi kita sekarang tau begitu bermanfaat dan pentingnya untuk perkembangan otak bayi, ketahanan tubuh dan pentumbuhan fisik si kecil.

Ayo terus bersemangat berikan ASI untuk buah hati.

Cari Tahu Apa Itu ASI Perah Ya!

Setelah mengetahui kandungan apa saja yang terdapat pada ASI, kini saatnya bagi anda untuk bisa memberikan ASI kepada bayi secara rutin.

Untuk ibu-ibu yang sibuk bekerja dan memiliki rutinitas lainnya, pasti akan sulit membagi waktu untuk memberikan nutrisi pada buah hati.

Karena itu ada cara lain yang bisa dijadikan sebagai solusi yaitu dengan memberikan ASI perah.

ASI perah merupakan ASI yang diperah dari payudara ibu lalu disimpan untuk diberikan nanti kepada bayi.

Hal tersebut bisa lebih menghemat waktu dan sang ibu bisa mengatur waktu yang tepat untuk mengurus rutinitas kesehariannya dan memberikan asupan untuk bayinya.

ASI yang sudah diperah dapat disimpan di dalam botol kemudian ditaruh di dalam kulkas. Kemudian ketika ada waktu, sang ibu bisa langsung memberikannya kepada bayi.

Untuk bisa memerah ASI, bisa langsung diperah menggunakan tangan atau menggunakan bantuan pompa penyedot ASI.

ASI yang diperah bisa menghasilkan jumlah yang banyak sehingga bisa disimpan untuk stok.

Jika memerah menggunakan tangan, diperlukan teknik khusus agar tidak terjadi terlalu banyak penekanan pada payudara.

Kebanyakan para ibu memang memilih memerah ASI menggunakan tangan karena alasan-alasan seperti berikut ini.

  • Menggunakan tangan sendiri lebih nyaman dibandingkan menggunakan pompa yang terkadang bisa menyulitkan proses pemerahan.
  • Pengeluaran ASI menggunakan tangan bisa memberikan efek pijat yang baik karena dilakukan kulit ke kulit.
  • Tidak perlu repot-repot mengambil pompa atau pergi ke tempat yang menyediakan pompa ASI. Dan tentunya bisa lebih menghemat waktu apabila tidak sempat pergi ke tempat pompa ASI.

1. Cara Memerah ASI Menggunakan Tangan

Meskipun lebih praktis dan tidak mengeluarkan biaya, memerah ASI menggunakan tangan harus dengan memerhatikan beberapa langkah penting.

Berikut ini adalah cara yang baik untuk memerah ASI:

  • Cuci tangan terlebih dahulu hingga bersih agar pada saat memerah, payudara dan ASI tidak terkena bakteri atau kuman yang membahayakan.
  • Kompreslah payudara terlebih dahulu selama kurang lebih 15 menit menggunakan air hangat. Hal ini berguna untuk melemaskan otot-otot payudara sehingga mempermudah proses pemerahan.
  • Mulailah memijat payudara perlahan-lahan ke arah bawah, kemudian lakukan gerakan melingkar ke arah putting susu. Ini adalah massage sederhana yang dilakukan sebelum mulai memerah ASI, hal ini dilakukan untuk merangsang hormone payudara agar bisa mengeluarkan lebih banyak susu. Dan setelah selesai memerah nantinya payudara akan lebih rileks
  • Tempatkan tangan di salah satu payudara dengan posisi ibu jari berada di atas dank e empat jari lainnya di posisi bawah payudara. Mulailah menekan tangan (ibu jari dan telunjuk secara bersamaan) ke arah dada secara perlahan. Lakukan dengan lembut. Maka secara perlahan ASI akan keluar.
  • Jangan lupa untuk meletakkan cangkir di bawah payudara untuk mewadahi ASI. Ulangi pemijatan payudara sampai semua ASI benar-benar keluar semua.
  • Agar tidak terjadi kerusakan pada jaringan payudara (yang menyebabkan payudara sering mengalami sakit ketika sesudah diperah), jangan memerah dengan cara meremas payudara. Jangan pula menggosok kulit payudara dengan jari apalagi menarik putingnya.
  • Untuk memerah kedua payudara hingga mngeluarkan ASI, butuh waktu yang cukup lama sekitar 30 menit. Pada saat pertama kali mencoba memerah, hasilnya memang tidak langsung keluar. Maka dari itu janganlah sampai merasa frustasi, teruslah mencoba agar ASI benar-benar keluar dengan banyak.
  • Ketika memerah ASI dan aliran susunya berubah menjadi tetesan kecil, pindahlah memerah ke payudara yang satunya. Gunakan cara yang sama untuk memerah ASI hingga aliran ASI menjadi tetesan juga, lalu berpindah lagi. Lakukan secara berulang hingga semua ASI keluar dan sudah ditampung di wadah yang disediakan.

2. Memerah ASI Menggunakan Pompa

Memerah ASI menggunakan pompa dapat menghemat lebih banyak waktu dan tidak menguras tenaga.

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih pompa yang tepat agar bisa memerah ASI dengan sempurna.

Berikut ini ada beberapa tips untuk anda ketika memerah ASI menggunakan pompa:

  • Carilah pompa ASI yang benar-benar pas untuk ukuran payudara. Apabila ketika menggunakan pompa payudara  dirasa kurang nyaman dan merasa tidak enak, segera hentikan pemakaian pompa dengan merk tersebut. Carilah merk pompa lainnya yang ukurannya pas untuk payudara anda dan nyaman digunakan.
  • Pompa ASI yang tidak tepat dapat menyebabkan penurunan produksi ASI dari payudara dan dapat membuat payudara menjadi sensitive, bahkan bisa menimbulkan sakit yang serius.
  • Lebih baik menggunakan pompa elektrik daripada pompa manual. Karena pompa manual bisa memberikan efek yang negative seperti kekendoran pada payudara dan menggumpalnya ASI yang keluar. Pompa manual menggunakan tenaga manual untuk mengeluarkan ASI yang apabila ditekan terus menerus akan menyebabkan payudara menjadi sensitive.
  • Pompa elektrik sudah didesain sedemikian rupa untuk memberikan tekanan yang pas untuk payudara.
  • Corong pompa harus pas dengan ukuran payudara. Jangan terlalu besar dan jangan terlalu kecil. Agar dapat memberikan kenyamanan saat memerah ASI.
  • Jangan memompa payudara hingga benar-benar habissemua ASI nya. Sisakan sekitar 4/5 ASI pada payudara. Karena pompa dapat memberikan udara pada payudara yang kosong ASInya. Hal ini tentu tiidak baik karena payudara yang kemasukan udara dapat memberikan efek yang negative.
  • Lanjutkan memerah ASI menggunakan tangan untuk menghabiskan sisa-sisa ASI yang ada dalam payudara.
  • Apabila payudara menjadi sakit saat dipompa, segera hentikan penggunaan pompa. Karena itu menandakan bahwa pompa yang anda gunakan memberikan tekanan yang berlebihan.

Memerah ASI menggunakan tangan sendiri sebenarnya jauh lebih efektif daripada menggunakan pompa. Hanya saja membutuhkan waktu yang lebih lama.

Karena itu, pintar-pintarlah mengatur waktu anda untuk melakukan pemerahan ASI.

3. Cara Memberikan ASI Secara Tepat untuk Bayi

Pemberian ASI untuk bayi dilakukan selama 6 bulan. Selama itu, sang ibu harus bisa memberikan ASI secara rutin agar bayi tidak kehilangan asupan nutrisi yang penting untuknya.

Apabila bayi sudah merasa kenyang, jangan memberikan ASI lagi.

Berikut ini adalah waktu-waktu yang tepat untuk memberikan ASI yang tepat:

  • Pada saat bayi baru lahir, bayi harus langsung diberikan ASI. Pada awal-awal menyusui, ASI yang keluar belum begitu lancar terproduksi. Namun bayi akan menghisap dengan kuat sehingga nantinya produksi ASI akan bertambah dan lancar. Karena hisapan bayi dapat merangsang hormone payudara untuk memproduksi lebih banyak ASI.
  • Berikanlah ASI ketika bayi benar-benar menginginkan. Biasanya ditandai dengan bayi sering menangis karena kelaparan. Setelah itu, tanpa disadari bayi dengan sendirinya membuat jadwal untuk disusui. Hal ini juga akan mempermudah anda untuk mengetahui waktu-waktu terbaik dalam memberikan ASI untuk bayi sehingga anda tidak perlu menunggu bayi untuk menangis terlebih dahulu.
  • Ketika sudah lebih dari 6 bulan, tetaplah memberinya ASI ditambah dengan makanan pendamping ASI agar bayi bisa mendapatkan nutrisi yang seimbang.
  • Apabila anda memiliki kesibukan lain di luar rumah, tetaplah sempatkan diri untuk memberikan ASI kepada bayi. Mulailah memerah ASI sebelum melakukan kesibukan anda. Dengan memiliki stok ASI perah yang disimpan, anda bisa meminta tolong pihak keluarga anda seperti suami atau keluarga yang lain untuk memberikan ASI kepada bayi anda ketika anda dihadapi dengan kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan.
  • Susuilah bayi sekitar 10 menit saja namun lakukan secara rutin. Hal ini bertujuan untuk menjaga berat badan bayi. Beberapa ibu ada yang menyusui bayinya lebih dari 10 menit dan bhkan cukup lama sampai bayi benar-benar kenyang dan mudah tertidur. Namun hal ini tidak terlalu disarankan.

Agar dapat memberikan ASI yang terbaik, seorang ibu harus menjaga pola makannya secara teratur dan jangan memakan makanan sembarangan.

Karena hal tersebut bisa berpengaruh pada produksi ASI dan juga kesehatan bayi. Makanlah makanan bergizi dan sehat.

Meminum susu tambahan khusus untuk ibu menyusui juga boleh dilakukan untuk memicu produksi ASI dari dalam tubuh.

Happy breastfeeding.