Bagaimana Sih Tanda Bayi Cukup ASI Itu?

Bagaimana Sih Tanda Bayi Cukup ASI Itu?

TANDA BAYI CUKUP ASI – Banyak ibu yang merasa ragu dan khawatir apakah ASI yang diberikan kepada bayi mereka sudah tercukupi atau belum.

Karena bayi langsung menyedot ASI dari payudara ibu dan tidak terlihat takaran jumlahnya.

Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah bayi sudah mendapat cukup ASI atau belum.

Cara ini jarang diketahui oleh banyak ibu.

Apabila bayi kekurangan ASI, akan berdampak buruk bagi pertumbuhan bayi. Maka dari itu sang ibu harus bisa mengetahui dengan tepat berapa kira-kira takaran ASI yang sudah diberikan untuk anak.

Apabila sudah cukup, maka bayi tak perlu lagi diberikan ASI dalam jumlah banyak.

Biasanya para ibu hanya sekedar menebak-nebak saja bila ASI tersebut sudah cukup diberikan, namun hal tersebut kurang efektif untuk dilakukan.

9 Cara Mengukur Tanda Bayi Sudah Cukup ASI

Agar lebih meyakinkan anda sebagai ibu bila bayi anda sudah terpenuhi kebutuhan ASI nya, anda bisa menggunakan cara-cara berikut ini:

1. Menimbang berat badan bayi

Apabila anda memiliki timbangan digital khusus untuk bayi, gunakanlah untuk menimbang berat badan bayi sebelum mulai menyusui.

Kemudian, susuilah selama 15 menit atau lebih sedikit hingga bayi benar-benar kenyang atau dirasa sudah cukup.

Setelah itu, timbang kembali bayi anda. Hitung selisih timbangan pertama dan yang kedua. Selisih itu menunjukkan seberapa banyak ASI yang diterima oleh bayi.

Pantaulah berat badan bayi anda dari semenjak lahir agar dalam masa pertumbuhannya, bayi memiliki berat badan yang ideal.

Pada hari pertama setelah lahir, berat badan bayi biasanya mengalami penurunan. Apabila menurun hingga lebih dari 10%, kemungkinan besar bayi tidak mendapatkan ASI yang cukup.

Usahakan jangan sampai berat badan bayi menurun hingga lebih dari 10%.

Tanda-tanda bayi yang sudah cukup ASI adalah kenaikan berat badannya sekitar 400 gram – 1 kg setiap bulan. Catat selalu perubahan berat bayi anda.

2. Hitung jumlah diaper yang basah

Banyaknya air seni yang dikeluarkan oleh bayi menunjukkan bahwa bayi sudah diberikan ASI yang cukup.

Normalnya, bayi akan menghasilkan diaper yang basah sebanyak 6 kali namun tergantung dengan seberapa basahnya diaper.

Jadi, apabila diaper bayi basah kurang dari 6 kali namun kadar air seni yang dikeluarkan cukup banyak, bisa jadi bayi juga benar-benar sudah mendapat ASI yang cukup.

Meskipun begitu, tetaplah memantau keadaan bayi setiap kali ia buang air kecil, usahakan minimal sampai 6 kali untuk membuat anda lebih yakin.

Apabila bayi buang air kecil lebih dari 6 kali dengan kadar kebasahan yang berbeda-beda, bisa juga bayi anda mendapatkan ASI yang cukup atau kelebihan.

Karena itu, pantaulah terus anak anda ketika menyusui dan mengganti popoknya.

3. Melihat warna pup bayi dan juga jumlah yang dihasilkan

Pup bayi akan berwarna kuning cerah dan cenderung lebih encer apabila ia mendapat asupan ASI eksklusif.

Sedangkan bayi yang diberi asupan susu formula biasa warna pupnya akan berwarna hijau karena menunjukkan bahwa susu tersebut banyak mengandung zat besi.

Bayi normal melakukan pup minimal 1 kali dalam sehari, dan apabila dalam satu hari ia belum pup juga, maka bisa jadi si bayi kekurangan ASI.

Pada bayi yang baru lahir, warna pupnya adalah hitam. Seiring berjalannya waktu dengan pemberian ASI yang cukup, warna pup bayi akan berubah.

4. Memerhatikan gerakan yang dilakukan pada dagu bayi

Ketika anda sedang menyusui bayi anda, perhatikanlah dagu bayi anda.

Ketika bayi menghisap ASI pada payudara, dagunya akan bergerak naik turun secara berkala kemudian berhenti sesaat, hal ini menunjukkan bahwa bayi sedang menstimulasi payudara ibu melalui isapannya.

Pada saat berhenti, dagu akan bergerak ke arah bawah lalu kembali ke posisi semula, hal ini berarti bayi sedang meneguk ASI nya.

Gerakan ini terjadi saat jeda menghisap ASI. Apabila bayi hanya menaikkan dan menurunkan dagu saja tanpa ada jeda, bisa dipastikan bayi tidak benar-benar menelan ASI.

5. Dengarkan setiap bunyi yang dikeluarkan oleh bayi ketika menghisap payudara

Sebagian bayi yang disusui bisa mengeluarkan beberapa bunyi seperti “slurp, slurp”, hal ini menandakan bahwa bayi sedang bersemangat melakukan aktivitas meminum ASI.

Tidak semua bayi akan mengeluarkan suara saat mengisap ASI, namun terkadang bayi bisa mengeluarkan suara-suara tertentu.

6. Lakukan tes pada payudara untukmemastikan bahwa ASI benar-benar keluar

Cobalah untuk menekan payudara ketika sedang menyusui di area putting. Lihatlah apakah ASI menyembur keluar dan mengenai bayi.

Cara ini biasanya dilakkan untuk membangunkan bayi yang tertidur ketika minum ASI. Jika bayi terlihat terganggu dengan semburan ASI, berarti ASI anda mengalir dengan sempurna.

7. Perhatikan bibir bayi apakah ada ASI yang terlihat di situ

Biasanya seorang ibu yang produksi ASI nya sedang banyak, akan terlihat beberapa sisa-sisanya di sekitar mulut bayi. Menandakan bahwa ASI benar-benar keluar ketika bayi menghisapnya.

8. Periksa payudara anda ketika menyusui bayi

Apabila dirasa lunak, kempis, dan kosong, itu berarti bayi telah meminum ASI anda.

Namun bila terasa masih penuh, kemungkinan besar bayi tidak meminum ASI anda. Biasanya hal ini terjadi karena payudara terlalu keras dan sulit dihisap oleh bayi.

Untuk melunakkannya, cobalah untuk mengompresnya menggunakan handuk hangat Kemudian pijat perlahan payudara menggunakan jari anda perlahan-lahan untuk merangsang ASI anda untuk keluar.

Payudara akan menjadi lunak dan bayi dapat menghisap ASI dengan baik.

9. Lihat apakah bayi akan langsung tertidur setelah meminum ASI

Pada bayi yang baru lahir, biasanya ia akan tertidur pulas setelah kenyang minum ASI.

Jika anda menggendongnya dengan tegak, leher bayi akan lunglai ke arah bahu anda. Ketika bangun, bayi akan mulai menangis lagi dan ingin diberi asupan ASI.

Hingga beberapa bulan berikutnya, bayi akan terus seperti itu. Jagalah selalu asupan nutrisi bayi anda agar kebutuhannya tercukupi.

Tanda-tanda Bayi Yang Harus Diwaspadai Ketika Menyusui

Ada kalanya ketika menyusui, bayi menunjukkan tanda-tanda yang tidak normal.

Bisa jadi bayi tersebut kekurangan asupan ASI dari ibu sebelumnya sehingga ketika menyusui kembali, bayi memperlihatkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan.

Apabila anda menemukan tanda-tanda berikut ini pada bayi anda ketika menyusui, jangan ragu untuk segera mengonsultasikannya ke dokter.

  • Perhatikan mulut bayi apakah mulutnya mampu menyedot ASI dengan sempurna atau tidak. Jika bayi tidak bisa menghisap ASI dengan sempurna, maka akan sulit mencukupi kebutuhan ASI nya. Usahakan agar si bayi bisa menerima ASI dengan baik.
  • Jika bayi terus-terusan merengek meminta makan, anda perlu mewaspadainya. Bisa jadi anda tidak menjadwalkan dengan benar atau mengurangi kadar kebutuhan ASI pada bayi yang seharusnya sehingga bayi selalu merasa lapar dan merengek terus.
  • Apabila bayi terlihat gelisah setelah disusui, waspadalah. Cari tahu apa penyebab bayi malah terlihat gelisah.
  • Berat bayi yang tidak kunjung bertambah setelah melahirkan.
  • Kulit bayi terlihat masih keriput setelah seminggu sejak ia lahir. Hal ini menandakan ada sesuatu yang tidak beres pada bayi. Usahakan jangan sampai kulit bayi makin menjadi keriput pada minggu-minggu berikutnya.
  • Bayi hanya tertidur dan menangis saja setiap harinya tanpa ada aktivitas lain seperti tertawa, bermain dengan benda-benda, dan lain-lain. Ajaklah sang bayi bermain dan terus mengobrol dengannya agar ia terlihat senang dan aktif. Jika ia hanya diam, tidur, dan menangis saja, akan berakibat buruk pada perkembangannya.
  • Apabila dalam sehari bayi buang air kecil sedikit dan kurang dari 6 kali, anda harus waspada karena hal tersebut menandakan kurangnya asupan ASI yang diterima. Berikanlah ASI secara rutin dan menghitung kadar kebutuhan ASI nya agar dirasa pas dengan kebutuhannya.
  • Jika warna kulit bayi menguning setelah seminggu sejak lahir, berhati-hatilah. Segera konsultasikan hal tersebut kepada dokter.

Kandungan ASI Yang Sangat Penting Untuk Pertumbuhan Bayi

Sebenarnya kenapa sih bayi harus diberikan ASI?

Kenapa tidak boleh diganti dengan susu formula?

Seberapa pentingnya ASI untuk sang bayi?

Menyusui bayi menggunakan susu formula memang diperbolehkan, namun tidak boleh sering-sering. Pemberian ASI merupakan hal yang wajib dan harus dilakukan.

Berikut ini adalah kandungan-kandungan yang terdapat pada ASI yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi dan tidak dimiliki oleh susu formula biasa.

1. Protein Pada ASI

ada salah satu jenis asam amino yang berfungsi untuk membentuk protein. Yaitu Taurin.

Jadi, meskipun protein pada ASI berjumlah rendah, asam amino Taurin dapat berperan maksimal untuk mendukung perkembangan otak bayi.

Salah satu fungsi Taurin adalah untuk mendukung kecerdasan otak dan kesehatan mata. Agar anda merasa lebih yakin lagi, cobalah untuk melakukan sebuah eksperimen.

Yaitu dengan cara memasukkan ASI perah anda ke dalam kulkas, kemudian anda akan melihat cairan ASI akan terbagi menjadi dua bagian yaitu cairan encer dan bagian lain yang terlihat menggumpal.

Gumpalan putih tersebut ialah gumpalan yang memiliki kandungan protein kasein. Sedangkan pada cairannya berupa air dadih.

2. Karbohidrat

Di setiap jenis makanan, karbohidrat merupakan salah satu sumber energi terpenting bagi tubuh manusia.

Karbohidrat juga merupakan sumber energi penting untuk bayi dan dapat memberikan rasa kenyang setelah mengonsumsinya.

Sumber karbohidrat pada ASI adalah laktosa. Karbohidrat juga berfungsi untuk mendukung pertumbuhan bayi.

Bayi yang hanya diberikan asupan ASI sudah mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mengenyangkan perutnya. Jadi, sebagai ibu, anda tidak perlu khawatir jika hanya memberikan ASI saja untuk bayi anda.

3. Lemak

Pada ASI, kandungan lemak dilengkapi dengan enzim lipase yang berfungsi untuk membuat lemak menjadi beberapa pecahan kecil (pecahan tersebut nantinya berbentuk seperti gelembung).

Sehingga akan lebih mudah untuk dicerna dan diserap oleh tubuh bayi.

Berbeda dengan susu sapi atau susu formula lainnya yang cenderung lebih sulit untuk dicerna sehingga membutuhkan proses yang cukup lama untuk bisa diserap oleh tubuh.

Umumnya, pada saat awal menyusui, kandungan lemak pada ASI masih sangat sedikit, namun pada akhir menyusui, kandungan lemak pada ASI bisa menjadi sangat banyak.

Pada bayi yang terlahir premature, kandungan lemak ini sangat dibutuhkan sebagai sumber energi karena sistem pencernaan pada bayi premature masih sangat lemah.

Asupan ASI akan membantu mempermudah proses pencernaan pada tubuh bayi.

Bayi yang sering diberikan asupan ASI akan memperoleh kalori yang lebih banyak karena biasanya bayi begitu bersemangat ketika disusui.

4. Vitamin

ASI mengandung banyak sekali jenis vitamin yang tentunya sangat bermanfaat bagi tubuh bayi.

Pertama, ada vitamin A yang sangat bermanfaat untuk kesehatan mata bayi, memberikan imunitas, dan juga mendukung pembelahan sel.

Lalu ada vitamin B yang berguna untuk mendukung perkembangan sistem syaraf pada otak bayi. Kemudian ada juga vitamin C untuk melakukan penyerapan pada zat besi dan juga sebagai imunitas tubuh agar rentan terhadap berbagai penyakit.

Setelah itu ada vitamin D yang juga mendukung pertumbuhan bayi. Pada ASI, vitamin D masih tergolong sedikit, namun anda bisa mendapatkan lebih banyak vitamin D apabila menjemur bayi di bawah sinar matahari pada pagi hari.

Setelah vitamin D, ada lagi vitamin E yang berguna untuk membuat pertahanan pada dinding sel darah merah yang dimana hal ini dapat membantu mencegah bayi mengalami anemia hemolitik.

Kemudian terakhir ada juga vitamin K yang berfungsi mencegah terjadinya pendarahan pada bayi karena vitamin K memiliki peran penting dalam faktor pembekuan.

Untuk menghasilkan ASI dengan kualitas yang baik, sebagai ibu anda harus selalu memakan makanan bergizi agar ASI yang dihasilkan memiliki kandungan gizi yang seimbang, dan jangan memakan makanan yang dapat memicu bakteri yang bisa memperburuk kandungan ASI.

5. Mineral

Pada ASI, kandungan mineral yang didapatkan memiliki kualitas yang baik dan mudah sekali untuk diserap oleh tubuh bayi.

Berbeda dengan kandungan mineral yang terdapat pada susu formula yang agak sulit dicerna oleh bayi.

Mineral yang terdapat pada ASI berupa kalsium, fosfor, dan juga zat besi. Untuk kalsium, sangat bermanfaat sekali untuk mendukung pertumbuhan tulang dan juga gigi.

Sedangkan fosfor berfungsi untuh memperkuat tulang, melancarkan pembuangan air, serta menjaga otak bayi untuk tetap sehat.

Kemudian ada zat besi yang dapat membuat bayi terhindar dari resiko terjadinya anemia dan menjaga kekebalan tubuh bayi agar rentan terhadap penyakit yang menyerang.

6. Air

Ada sekitar 87.5 % kandungan air pada ASI. Sehingga pada periode pemberian ASI eksklusif bayi selama kurang lebih 6 bulan, bayi tidak perlu diberikan minuman lain atau makanan lain kecuali pada kondisi tertentu seperti bayi yang sakit harus minum obat.

Karena ASI sudah mencukupi semua kebutuhan nutrisi bayi.

7. Kolostrum

Ketika sudah melahirkan bayi satu sampai lima hari yang lalu, kandungan kolostrum akan mulai terbentuk dalam ASI dan sudah bisa diberikan untuk bayi.

Kolostrum akan berwarna kekuningan dan memiliki kandungan immunoglobin A yang tinggi. Maka dari itu sejak lahir, menyusui bayi dengan ASI menjadi hal yang sangat penting.

Pemberian ASI pada bayi sangat penting untuk dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. ASI yang diberikan secara rutin akan mendukung pertumbuhan bayi dengan sempurna serta membentuk kecerdasan otak.

Menghitung kadar kebutuhan ASI untuk bayi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Dan hal tersebut akan mempermudah sang ibu dalam melakukan pengawasan terhadap pertumbuhan bayi.

Apabila byi anda mengalami gejala-gejala yang tidak normal, janganlah ragu untuk segara mengonsultasikannya ke dokter.

Karena jika tidak segera ditindaklanjuti, akan berbahaya bagi si kecil. Selalu awasi bayi anda dari gejala-gejala yang tidak diinginkan.

Cukupilah kebutuhannya agar bayi tetap terjaga kesehatannya dan terhindar dari berbagai penyakit.